Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar kegiatan pendataan lapangan untuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Pendataan ini dilakukan secara langsung melalui wawancara tatap muka dari rumah ke rumah demi memperoleh data yang akurat mengenai kondisi sosial-ekonomi masyarakat Indonesia.
Adapun proses pencacahan bagi rumah tangga yang menjadi sampel dilaksanakan pada tanggal 7–16 September.
Para petugas BPS yang telah dilengkapi kartu identitas resmi serta berbekal pelatihan khusus turun langsung mendatangi rumah tangga sampel. Mereka mengumpulkan berbagai informasi penting, seperti jenjang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, hingga akses warga terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan bantuan perlindungan sosial.
Hasil pendataan dari Susenas ini nantinya dijadikan rujukan utama dalam merumuskan beragam kebijakan kesejahteraan sosial.
Kepala BPS Pasangkayu, Hirlan Khaeri, menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk menyajikan gambaran nyata terkait kondisi sosial-ekonomi masyarakat saat ini.
"Data yang terhimpun dari Susenas menjadi pijakan dasar bagi pemerintah dalam menyusun program strategis, mulai dari upaya pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Hirlan.
Beliau juga meminta warga untuk menyambut kedatangan para petugas BPS dengan bersikap terbuka serta menyampaikan fakta yang sebenarnya.
Pihak BPS berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif mendukung kelancaran kegiatan ini dengan memberikan jawaban yang jujur dan presisi, sebab data tersebut akan menentukan arah kebijakan pembangunan nasional ke depan.